Tugas 2
RINGKASAN JURNAL
Life Cycle Assessment
Pabrik Semen
PT Holcim Indonesia
Tbk.
Pabrik Cilacap:
Komparasi antara Bahan
Bakar Batubara dengan Biomassa
Nama Penulis :
Taufan Ratri Harjanto, Moh. Fahrurrozi, I Made Bendiyasa
Tahun Terbit :
2012
Sumber Jurnal :
Jurnal Rekayasa Proses, Vol. 6, No. 2, 2012
A. LATAR BELAKANG
PT Holcim Indonesia Tbk.
Pabrik Cilacap merupakan pabrik semen pertama di Jawa Tengah, yang dikenal
sebagai produsen semen serbaguna (PPC/Portland Pozzolan Cement) berdasarkan SNI
15-0302-2004 dengan kapasitas produksi 2,6 juta ton/tahun dan sudah menggunakan
energi alternatif biomassa, salah satunya sekam padi dari pertanian mulai tahun
2007, sehingga jumlah CO2 per ton yang dihasilkan dalam kegiatan
operasional sehari-hari berhasil dikurangi hingga 4%, sedangkan
konsumsi air bisa ditekan hingga 16%.
Penggantian bahan bakar batubara dengan bahan bakar lain khususnya
biomassa, akan menimbulkan suatu permasalahan baru yaitu, berapa besar kontribusi emisi (gas
buang) dan dampak lain yang dihasilkan oleh penggunaan bahan bakar alternatif
tersebut didalam industri semen. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menjawab
permasalahan tersebut adalah dengan metode Life Cycle Assessment / LCA.
Life Cycle Analysis (LCA) atau sering juga disebut Life Cycle
Assessment yang merupakan sebuah metode berbasis cradle to grave (analisis keseluruhan
siklus dari proses produksi hingga pengolahan limbah) yang digunakan untuk mengetahui
jumlah energi, biaya dan dampak lingkungan yang disebabkan oleh tahapan daur hidup
produk dimulai dari saat pengambilan bahan baku sampai dengan produk itu
selesai digunakan oleh konsumen.
B. HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil analisis kontribusi
dampak terhadap lingkungan dengan 4 skenario penggunaan bahan bakar: (1) 100% batubara,
(2) campuran 90% batubara dan 10% biomassa, (3) campuran 50% batubara dan 50%
biomassa, (4) 100% biomassa, dengan basis 1000 kg produk semen, diperoleh nilai
kontribusi total berturut-turut 2,78 x10 -1 Pt, 2,24 x10 -1 Pt, 1,57 x10 -1 Pt,
dan 8,50 x10 -2 Pt. Kategori dampak global warming, respiratory inorganic dan resources
merupakan kontributor terbesar dari total dampak terhadap lingkungan. Analisis
perbaikan dan rekomendasi mengurangi dampak yang terjadi yaitu mengganti
angkutan truck pasir silika dengan kereta api, bahan bakar biomassa menggunakan
miscanthus giganteus dan melakukan penghijauan.
C. PELUANG PENELITIAN SELANJUTNYA
Untuk meningkatkan kualitas lingkungan, hasil dari penelitian
berdasarkan analisis perbaikan
maka direkomendasikan:
(1) Alat transportasi
pengangkut pasir silika diganti dengan kereta api untuk mereduksi pencemaran
terhadap lingkungan.
(2) Secara bertahap dilakukan
substitusi batubara dengan biomassa. Penggunaan bahan bakar 50% batubara dan
50% biomassa adalah yang paling memungkinkan.
(3) Pengembangan biomassa miscanthus giganteus sebagai bahan
susbstitusi batubara perlu dilakukan kerena miscanthus memiliki potensi sebagai tanaman khusus bahan bakar non tanaman
pangan, sehingga harga akan cenderung stabil.
(4) Melakukan penghijauan
dan revegetasi di daerah pantai, sebagai investasi biomassa dan mengurangi
pencemaran lingkungan.







0 komentar:
Posting Komentar