Tugas 1
ARTIKEL ILMIAH
Pengelolaan Dampak Industri
PEMBUATAN BRIKET
BIOARANG DARI LIMBAH ABU KETEL,
JARAK DAN GLISERIN
Nama Penulis :
Samsudi Raharjo
Tahun Terbit :
2013
Sumber Jurnal :
TRAKSI Vol. 13 No. 1 Juni 2013
Tingkat pencemaran yang disebabkan oleh sisa pembakaran pabrik
gula sudah sangat mengkawatirkan terutama pada saat musim kemarau karena debu
yang berupa partikel sisa pembakaran berterbangan kemana-mana yang sangat
menggangu pernafasan dan aktifitas warga. Pada musim penghujan tingkat
pencemaran debu agak berkurang tetapi bau yang ditimbulkan terasa menyengat.
Dengan
demikian diperlukan suatu inovasi yang lebih bermanfaat.
Untuk mengatasi partikel debu ini sekaligus memanfaatkan limbahnya
adalah dengan membuat partikel debu menjadi briket. Hanya saja perlu pembuktian
untuk mengetahui seberapa besar nilai kalor yang terkandung di dalam briket sisa
pembakaran tersebut. Sehingga pada akhirnya nanti dapat menentukan
klasifikasi briket sisa pembakaran, apakah layak menjadi energi alternatif
untuk mengantikan bahan bakar minyak.
Briket bioarang merupakan bahan bakar alternatif sebagai upaya
turut mengatasi masalah semakin menipisnya persediaan minyak bumi dan semakin
mahalnya biaya yang dibutuhkan untuk mendapatkan bahan bakar. Keunggulan
bioarang, selain tidak kalah kualitasnya dengan batubara atau bahan bakar jenis
arang lainnya, juga bahan bakunya murah banyak tersedia karena berasal dari
sampah atau bahan-bahan lain yang tidak berguna dan teknologi yang dipakai
untuk mengolahnya cukup sederhana.
Briket bioarang dari
limbah abu ketel, pada saat proses pencampuran dengan limbah jarak dan
gliserin, dapat membentuk tekstur yang padat, sehingga setelah dicetak menjadi
bongkahan briket tidak mudah rusak, memiliki masa bakar jauh lebih lama, lebih
aman, mudah disimpan dan dipindah-pindahkan, menghasilkan aroma lebih sedap
baik bagi orang yang menggunakannya maupun bagi masakan yang diolahnya sehingga
mudah diterapkan oleh masyarakat luas.







0 komentar:
Posting Komentar